You’re Freak!

August 27th, 2007 by antinmulyo

Magang di islamic school mengharuskanku memakai "seragam" muslimah. Waktu pertama aku cerita ke Ibuku di Indo lewat telpon , ibuku girangnya bukan main. Katanya, "Wuk, mengko nek wis biasa jilbaban, awakmu iso ngrasakke nek ra nganggo jilbab malah risih loh..seneng ibuk". Hi3..sayangnya aku tergolong "naughty" gt de..pakai jilbabnya klu mau masuk gerbang sekolah ajah, gt kluar gerbang pas pulang langsung copot lagi. Geraaahhhh…:-D

Suatu saat, aku bangun agak kesiangan. Rasanya dah hampir gak keburu ngejar bis ke Clayton jam 07.57 dr busloop padahal abis gt nunggu bis berikutnya agak lama. Dan klu dah ambil bis yang jam segitu nyambung ke kereta dan bis berikutnya jg mepet banget musti berlarian, dan akan tiba di sekolah pas banget ma jam masuk sekolah, keburu gerbang sekolah ditutup, pasti gak sempat pasang jilbab dengan benar,hi3. Jadinya sambil tergopoh2 menuju busloop aku pasang jilbab..

Upppssss..hampir saja aku ketinggalan bis!Untung lambaian tanganku msh bisa diliat driver bisnya dari kaca spion, selamatlah aku. Sambil terbengong2 di dalam bis aku pasang MP playerku. Dan dengerin lagu wajibku tiap pagi..my chemical romance..suka banget my album Welcome to the Black Parade, keren abis!

Sudah deket ma perempatan Clayton station, jalan mulai merayap..mulai macet org ngantor, plus kena lampu merah..plus kena palang sepur. Ada bule setengah tua duduk berhadapan denganku, ada selisih satu baris tempat duduk yg kosong. Aku tau klu dari aku naik bis dia ngeliatin aku mulu. Sesekali ajah aku ngelirik, terus cuek lah wong gak kenal ini. Lalu pas jalan lg macet itu tanpa sengaja aku bertatapan mata dengannya. Terus tiba2 mulutnya bergerak-gerak gitu, tanpa suara, sepertinya mau bilang sesuatu..

Aku serasa gak percaya dengan penglihatanku sendiri, makanya tak liatin lagi..nunggu dia ngomong lagi..dan..ternyata aku gak salah liat..

"YOU’RE FREAK!!!" gt dia bilang ke aku.

Spontan singa yang menaungi zodiakku menggeliat..gghhrrrrrrrrr..kuku2 tajamnya mencuat..bulu2 di sekujur tubuhnya juga pada meronta..dan kilatan gigi taringnya beraksi.."thing"..

Trus sebagian dari akal sehatku ngajakku berdialog..napa ya?Jilbabku miringkah?Lipstikku belepotankah?Ato aku terlalu keras nyetel My Chemi?Aku lepas earphone-ku..gak tuh..gak kedengeran kok dari luar rasanya..jadi..

Arrrgggghhhhh..gak ada yg salah dengan diriku!Bodho amat bule itu mo bilang apa tentang aku..toh dia bukan apa2ku..cmn kebetulan ketemu di atas bis, mo ngata2in aku kyk apa jg hrsnya gak akan ngaruh ke aku..toh aku gak "berulah" duluan. Aku elus2 singaku.."tenang..syng..bobok2 lagi gih.." :-*

Jd inget pertama kali aku "shock" wkt baru2 datang ke Oz dulu. Kami berombongan orang Indo lg di Bus Stop nunggu bis, kemudian tiba2 ada satu mobil berisi anak2 muda gt, sempat2nya mengurangi laju kecepatan mobilnya terus mendekati kami..buka kaca mobil.."cuman" mau nunjukkin kalo mereka punya jari tengah..dan bisa bilang "F### you asian"..mengenaskan!!!

Jadi pengen pulang Indo..:-((

“My Mum White, My Dad Black”

August 16th, 2007 by antinmulyo

Dah hampir dua minggu ini aku menjalani 3rd Placement. Setelah sebelumnya aku sempat menangis darah karena lom jg dapat tempat magang, akhirnya aku mendapat jalan terang. Teraaaanngggg.. banget.

Sebuah islamic school di kawasan Springvale memberi ruang buat aku untuk blajar ngejalani peran seorang psikolog di sekolah. Jumlah siswanya sekitar 1000 anak untuk tingkat prep sampai secondary school. Waktu pertama kali aku datang ke sekolah ini untuk interview agak kaget juga, karena aku brasa ada di dunia "laen", bukan di Oz. Banyak ketemu anak2 "beraroma" middle east, asian ma afrikano gt.

Selama dua minggu ini aku kejar setoran, assessment buat apply funding program integration aid dan speech intervention. Sejak hari pertama aku masuk langsung dikasih daftar anak yg perlu di-ases. Pun ketika aku baru saja nempelin pantatku di kursi kerja yg disiapkan buat aku, aku mau langsung diajak ke kelas, menculik anak yg mau di-ases. "Just give me a sec..need to be familiar with the test stuff..", rengekku menghiba. Memang terakhir aku pegang perlengkapan asesmen dah setahun lalu.

Hari ketiga asesmen, aku jemput anak di kelas prep, sebut saja Lukman. Penampakannya rada bule gt, putih, rambutnya pirang gelap, matanya coklat. Aku kerahkan semua jurus untuk membangun rapport sebelum melakukan asesmen. Soalnya si Lukman ini suka malu2 gt, klu ditanya jawabannya pendek2.

Duh, senangnya hatiku ketika aku mampu membuat Lukman mulai semangat buat berinteraksi denganku. Matanya langsung berbinar2 pas kuajak ngobrol acara tv. Lukman suka nonton Hi5, untungnya sesekali aku jg suka nonton Hi5 jd bs rada nyambung ngobrolnya.   

Terus tiba2 Lukman ngomong, "I can speak Indonesian"

"Really?" tanyaku.

Terus tak ajak ngomong2 bahasa Indo. Dia memang ngerti klu diajak ngomong pakai bhs Indo, setidaknya bisa jawab dan kadang jawabnya pun pakai English. Dianya sendiri tidak punya banyak stok kosa kata Indo. Terus aku menduga2 pasti salah satu ortunya orang Indo, makanya terus tak tanya2..

"Is your Mum Indonesian?"

"Nha.."

"Your Dad is Indonesian.."

"Nha.."

Wahhh..kok hipotesisku salah yaaaaa..:-D

Terus demi melihat tampangku yg kebingungan plus bola mataku yg mengerjap2 gt dia bilang gini..

"My Mum white.."

"But my Dad black"

Sejenak jawabannya spertinya membuat tampangku tambah bingung gt deee, terus untuk menjawab penasaranku tak tanya lagi..

"Your Dad’s Black? Looks like me?" tanyaku..

Terus dia cmn senyum2 inosen gt sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali.

Aku nyengir doang. Terus beberapa detik kemudian aku berhasil beradaptasi dan mencoba melihat dunia Lukman dengan kacamata Lukman.

Oooooo..bapaknya yang Indo..batin aku.

Lukman..lukman..hampir saja aku "kebawa" ide2 rasis gt..masak siy anak seusia lukman (5thn) bs mikir sejauh itu. Pikiranku ajah yg ngawur, masalah sederhana dibikin ruwet.

Ehmm..tp enak juga ternyata, ketika aku mencoba berfikir dengan "cara" Lukman ini. Melihat persoalan itu "black and white" only. Iya dan tidak saja. Just love or leave it. Simple bangget dan gak bikin puyeng. Sementara dunia orang dewasa begitu complicated..yg diantara black n white masih ada grey, light grey, dark grey, broken white, whitesmoke, ghostwhite..hallaaahhh..msh buanyak lagi yg laennya pasti. Kenapa begitu? Apakah ketika sudah dewasa kita malah kehilangan rasa percaya diri kita, sehingga kita tidak bisa lugas menyampaikan ini itu? Atau ketika dewasa kita takut dicap naif kalau cara berpikir kita begitu sederhana? Atau ketika dewasa kita sudah terlalu banyak belajar dan justeru itu membuat kita semakin lama membuat pertimbangan, terus ujung2nya malah makin bingung, dan semakin sulit untuk mengambil keputusan: iya/tidak? Kenapa semakin dewasa justru kita belajar menjadi seorang pengecut yah? Tidak berani bilang black or white..iya atau tidak..seringkali kita mencari enaknya saja..cari jalan tengah..yang tidak terlalu beresiko..setengah iya setengah tidak. Plin plan dong? Ahhhh..susah memang memahami org dewasa.

Sawang Sinawang

July 26th, 2007 by antinmulyo

Belum lama ini, seorang teman tanya ke aku, “Ting..gmn kita tahu kehidupan keluarga seseorang itu bener2 bahagia ato tidak?”

Rada kaget jg dg pertanyaannya. Ngapain jg siy susah2 nyelidiki bahagia tidaknya org lain..What for? Aku terus curiga gt deeee..pasti ada hidden agendanya niyyy :-D

Aku terus inget dengan sebuah buku yg pernah aku baca, “Happiness is A Serious Problem”-Dennis Prager. Buku ini memberikan ilustrasi ttg “bahayanya” membandingkan diri kita dengan orang lain dalam hal mencari kebahagiaan.

Gini ilustrasinya…

Dua pasang suami istri pergi ke sebuah rumah makan untuk makan malam bareng. Masing2 pasangan itu sama2 bertengkar hebat dalam perjalanan menuju rumah makan. Namun ketika bertemu, mereka bisa menunjukkan perilaku bahwa semuanya baik-baik saja.

“Hai..apa khabar kalian berdua..!” tanya salah seorang.

“Luar biasa…bagaimana kalian sendiri?” . Jawaban pasangan yg lain tidak jauh berbeda.

Selama menyantap makan malam juga tidak terlihat sedikitpun kalau mereka habis bertengkar sebelumnya.

Dalam perjalanan pulang terjadi percakapan di antara pasangan pertama, “Tadi lihat tidak, betapa bahagianya mereka..dan mereka juga tampak begitu saling mencintai. Mengapa kita tidak bisa sebahagia mereka?”

Di mobil pasangan yg kedua juga terjadi percakapan yang sama persis “Tidakkah kamu melihat betapa bahagia dan saling mencintai mereka berdua. Mengapa kita tidak bisa sebahagia mereka?” Setelah makan malam itu, kedua pasangan itu tidak hanya merasa tidak bahagia karena pertengkaran mereka sendiri tp juga karena merasa pasangan yg lain lebih bahagia dari mereka!

Itulah bahayanya. Ketika kita membandingkan diri kita dengan orang lain, bisa jadi kita akan menjadi lebih tidak bahagia lagi karena kita mendapati orang lain lebih bahagia dari kita. Padahal yg terlihat oleh kita seringkali cuma penampakan luar..yg dah berbalut sutra bertahta intan berlian permata…whuahahaha…

“Urip ngono sawang sinawang, nduk…” gitu asesanti simbah2 saya dulu.

Forgive Is Not Forget

July 26th, 2007 by antinmulyo

Kemaren, sewaktu menjaring partisipan risetku dan jelasin sedikit background riset ke seorang partisipan, aku sempat berdialog..menarik.

“Jadi dengan forgive dan being forgiven akan membuat kita happy ya? Hmmm..pas acara makan2 kemaren aku ada kejadian..”

“Really?Do you wanna share it with me?” tanyaku.

“Hari Minggu kemaren itu aku bener2 gak bisa merasakan nikmatnya makan, pek acara hampir selesai, gara2 ada org yg ngomongnya ndak enak. Mungkin aku juga salah ngomong. Pokoknya jd kepikiran terus..”

Aku cuman jd pendengar..sambil sekali2 nge-GONG-i..:-D

Terus bliau bilang gini; “Ini ada lagi kejadian yg beda..Aku merasa sudah memaafkan seseorang, tp klu inget kejadiannya..kenapa perasaan2 sakit hati itu muncul ya..kenapa aku tidak bisa melupakannya. Klu aku tidak bisa melupakannya apa berarti aku belum benar2 memaafkan ya?”

Forgive is not forget or pretending that things are other than they are. When we forgive we should not forget that we were treated unfairly, because if we do, we are then likely to repeat those unwanted event. Those who forgive and those who accept forgiveness must not forget in their reconciling (1998).

Reference:

Tutu, A.D. (1998). Without forgiveness there is no future. In Robert D. Enright & Joanna North (Eds). Exploring Forgiveness. Madison,Wisconsin: The University of Wisconsin Press.

CHAOS

July 23rd, 2007 by antinmulyo

Aku benernya ndak mikirin skenario ketika nulis..ndak tau kebetulan ato memang hrs gini jalannya..aku ngalir saja..ngikutin riak gelombang gagasan yg kluar dr otakku, dan peristiwa2 yg baru saja terjadi di sklilingku.

Tulisanku sebelumnya ttg unconditional love, di dalamnya tanpa sengaja term “chaos” muncul. Kali ini aku mo curhat2an ttg chaos. nDak tau jg..kok kebetulan pula aku nemu buku dengan tema ini. Benernya klu ndak salah temen2 di Fak Psi dah luama bggt pernah heboh diskusiin hal ini (bangsane pak Ino, Bukik sak rombongnya..pek pak Jay jg ikutan..hi3). Tp aku ndak "ngeh" mgkn krn wkt itu aku lom alami sndr..;;)

Sebagai manusia biasa, kita umumnya sebisa mungkin berusaha untuk menghindari keadaan “chaos”. Namun alam semesta sesungguhnya menggunakan chaos untuk menciptakan suatu bentuk baru atau memunculkan peristiwa untuk menyatukan dunia dan seisinya. Terminologi “chaos” itu sendiri sudah muncul 30-an thn lalu, namun skitar th 90-an arti sesungguhnya dari chaos mulai dieksplorasi.

Apa siy chaos? Aku takut “mlesetin” arti yg sesungguhnya..aku kutip referensi aslinya ja:

..chaos turns out to be far subtler that the commonsense idea that it is the messiness of mere chance-the shuffling of a deck of cards, the ball bouncing around in a roulette wheel, or the loose stone clattering down a rocky mountainside. The scientific term “chaos” refers to an underlying interconnectedness that exists in apparently random events. Chaos science focuses on hidden patterns, nuance, the “sensitivity” of things and the “rules” for how the unpredictable leads to the new. It is an attempt to understand the movements that create thunderstorms, raging rivers, hurricanes, jagged peaks, gnarled coastlines and complex patterns of all sorts, from river deltas to the nerves and blood vessels in our bodies.

Belakangan term chaos sudah menjadi metafora untuk kejadian2 yang biasa kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat chaos benernya itulah saat yg paling tepat buat diri kita untuk bermetamorfosis menjadi individu yg lebih baik. Sayangnya seringkali kita cenderung menghindari chaos..atau menunggu sampai keadaan bener2 harmonis baru beraksi..wahhh..kita akan kehilangan momentum!

Reference:

Briggs, J. & Peat, D. (1999). Seven Life Lessons of CHAOS. New York: Harper Collins, Inc.

I’ll try to be nice IF u’ll try to be smarter!

July 18th, 2007 by antinmulyo

Nyambung tulisanku terdahulu ttg komitmen di "happiness paradox"..

Ketika mengikat janji, maka mau tidak mau "aturan main" harus dibuat, agar dua individu dengan latar blakang yang berbeda, kemauan beda, harapan beda dst..gak saling "mendahului"..yang kuat menjadi penguasa..ato yg suka ngalah malah jd babak belur terinjak2..ato klu dua2nya kuat..brotoyudoan terus2an..duhhhh! Dan..rela tidak rela..mereka musti mengorbankan sebagian kebebasannya. Ya, itu memang konsekuensi atas "kebodohan" mereka ndiri..hue3. Gawatnya klu dah menyentuh ranah sifat, karakter, "kebiasaan"..trs yg satu berusaha mengubah kebiasaan yg lainnya..tanpa mau "ngaca" melihat dirinya sendiri..duh2..pasti chaos!!

Aku pnya ceritanya..true story lg..

Pasutri yang sama2 pulang kerja..sama2 capeknya dong. Istri langsung ke dapur, nyiapin makan malam sementara suaminya mandi. Abis mandi, si suami main PS sambil menunggu istrinya gantian mo mandi. Saking asyiknya main PS..dia ndak nyadar..istrinya mondar-mandir di blakangnya, blom jg mandi. Si istri mendapati handuknya basah nyantol di kamar mandi..abis ada yg pakai..nyari handuk kering di lemari gak nemu. Padahal mustinya ada beberapa..

"Bang..handuk pada kemana yaaaaa.." tereak istrinya dari kamar..

gak ada jawaban..

"Baaaaannnggggggggggggggg…"

"Iyaaaa.." sambil terus main..nanggung..hampir menang..

Bergegas si istri nyamperin suaminya..

"Abaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnggggggg.."

"Iya..syng..kekasihku..juwitaku..pujaan hatiku..ada apa?" sambil nge-pause mainannya.

Duh..ucapan sayang itu gak brasa ada manis2nya sedikitpun..malah kyk bensin yg disiram ke api gt..whuualaaahhhhhh…

"Handuk yg lain pd kemana??? Aku mau mandi, handukku basah"

"Iya..td abang pakai, km kan bisa pakai yg lain..biasanya yg dah dicuci km taruh dmn?" Oooo..cuman handuk..ribut amat sih..pikir si suami..trus lanjutin nge-game..

Si istri nyari2 lg handuk di lemari pakaian..tetep gak nemu..terus menyelusuri penjuru kamar dg matanya yg mulai nanar..Nemu satu handuk lembab di cantolan baju blakang pintu..halaaahhhh..Satu lagi di atas lemar pakaian setengah kering gt..tp dah bau jamur..ahaaaa..satu lg nglimpruk di bawah kolong. Makin panasssss.."ngelabrak" suaminya..

"ABAAAAAAAAAAAAAAANNNGGGG!!! LIAT!!! Kapan abang mau naruh handuk basah di tempat yang benar??? Handuk basah ada dimana2. Handukku satu2nya Abang pakai pula. Abang kan tau aku gak bs pakai handuk basah klu habis mandi!"

"Galak amat sihhh..masalah handuk ajah kok marah2 gt.." bujuk suami sambil mo memeluk istrinya..

"haaaahhhhhhhhh!!!" si istri ogah disentuh suaminya.

"Idih marah..abang dah laper niy..buruan mandi gih.."

Istrinya dah siap buka mulut untuk melancarkan "pelor2" selanjutnya..Tp dah keburu di"cegat" suaminya..glekkk..

"Syng..sabar dong..manis dikit napa siy?"

"I’ll try to be nice if u’ll try to be smarter!"

Si istri bergegas menuju kamar..dan..Gubraaaakkkkkk..pintu kamar dibanting..dikunci dari dalam..

Si istri pilih tidak mandi..di kamar brusaha menenangkan hatinya yg lg mendidih. Merenungi diri.. napa suamiku ndak bs mengerti aku..napa kerjaan rumah yang seabrek hrs aku sndr yg beresin..napa suamiku naruh handuk dg bener ajah ndak bisa..dan napa-napa yg lain..

Si suami masih di depan TV yg dah mati jg bingung..lg merenung jg..napa istriku jd gampang sewot blakangan ini..napa krn masalah handuk aja istiku bs kalap..napa istriku ndak bisa memahami kebiasaanku..napa istriku ndak bs menerima aku apa adanya..

Makan malam dingin sudah..tanpa ada yg menyentuh..

Huehuehue..tragiskan? Cmn masalah handuk!!!

Itulah..repot memang ketika masing2 pnya kebiasaan yg beda..tambah repot ketika seseorang menuntut pasangannya untuk berubah sementara diri sendiri gak mau berubah..

Maunya siy..pasangan mengerti dan bisa menerima apa adanya..

Whuaaahhhhhhh..kok puenak??? Unconditional love? Adakah???? Could u do something for ur partner without IF ??? Mustinya ada aturan main..dan IF itu..

Unconditional love itu hanya dimiliki oleh seorang ibu buat anaknya..Kalau mengharapkan unconditional love dr pasanganmu..ya kawini saja ibumu..waqaqaqaqaaaaaaa..

Jealousy

July 16th, 2007 by antinmulyo

Klu ngomongin Jealousy ato cemburu..yg pertama kali terngiang di kuping adalah lagunya Queen dg judul yg sama..dalem dan kena!

Oh how wrong can you be?
Oh to fall in love was my very first mistake
How was I to know I was far too much in love to see?
Oh jealousy look at me now
Jealousy you got me somehow
You gave me no warning
Took me by surprise
Jealousy you led me on
You couldn’t lose you couldn’t fail
You had suspicion on my trail

How how how all my jealousy
I wasn’t man enough to let you hurt my pride
Now I’m only left with my own jealousy

Oh how strong can you be
With matters of the heart?
Life is much too short
To while away with tears
If only you could see just what you do to me
Oh jealousy you tripped me up
Jealousy you brought me down
You bring me sorrow you cause me pain
Jealousy when will you let go?
Gotta hold of my possessive mind
Turned me into a jealous kind

How how how all my jealousy
I wasn’t man enough to let you hurt my pride
Now I’m only left with my own jealousy
But now it matters not if I should live or die
‘Cause I’m only left with my own jealousy

Benarkah cemburu itu tanda cinta? Ato sebenernya alih2 saja untuk mencari pemakluman atas segala tindakan “bodoh” seseorang untuk menutupi kegelisahannya?

Jealousy ato cemburu merupakan salah satu bentuk emosi yang kompleks, perpaduan antara takut, marah, sedih, cemas, dan kecewa. Karenanya penelitian tentang Jealousy gak bs dilakukan secara simple. Tidak mudah mengenali orang yg lagi jeles dari ekspresi mukanya. Sebuah penelitian dg desain eksperimen dilakukan oleh Krystyna Stryzewski-Aune (1993), dg sample penelitian beberapa pasangan yang sedang kencan. Jalannya eksperimen rada konyol tp menarik. Ketika pasangan2 kencan itu tiba di laboratorium, mereka dikasih tau peneliti klu ada trouble ma video cameranya, trus penelitinya pergi bwt ngatasi troublenya, tinggallah pasangan2 itu ma beberapa asisten peneliti yang menarik, seksi..laki ma perempuan. Separo dari pasangan itu diberi perlakuan yang wajar2 saja..diajak ngobrol biasa. Sementara separo yang lain digoda2 gt..disenggol2..dielus2 punggungnya..tangannya..whuaaaaa..(gmn bs dpt athics approval ya penelitian kyk gini..:-D)

Dr penelitian itu ternyata para wanita pencemburu tetap bisa tersenyum dan ramah, para pria pencemburu hanya cenderung menghindari percakapan. Ekspresi emosi yg biasa muncul saat cemburu merajalela sama sekali ndak kluar.

Penelitian lain dilakukan oleh Ayala Lines dari California, yang menemukan bahwa si pencemburu menganggap “cemburu” sebagai emosi yang positif dan lebih suka kalau pasangannya juga cemburu. Sementara yang bukan pencemburu menganggap cemburu itu sebagai tanda ketidakmatangan..nah loh! Ayala jg menemukan org2 yang setia tidak terlalu pencemburu sementara mereka yang pernah melakukan affair lebih cemburuan..repot!

Pada tingkat tertentu memang ada korelasi antara jeles ma cinta. Jika Anda tidak mencintai seseorang, mungkin Anda tidak akan pernah merasa takut ato terancam jika anda akan ditinggal dia kencan ma orang lain. Tetapi ndak berlaku sebaliknya! Seseorang yang sangat pencemburu belum tentu memiliki rasa cinta yang lebih besar dibandingkan dengan mereka yang gak gt cemburuan.

Seorang Antropologist tsohor, Margaret Mead menyimpulkan dari hasil risetnya bahwa : “Cemburu itu BUKAN barometer seberapa besar cinta seseorang, tetapi cemburu merupakan indikasi adanya perasaan tidak aman (insecurity)”.  Perasaan tidak aman ini biasanya menghinggapi orang2 yang rendah low esteem-nya, tidak percaya diri, merasa terkucil, merasa tidak dicintai, dan merasa tidak menarik.

Jadi..jelaslah..sesungguhnya jeles ato cemburu itu dasarnya bukan kekuatan cinta seseorang kepada pasangannya, melainkan perasaan seseorang terhadap dirinya sendiri.

“Jika engkau lebih takut kehilangan cemburumu daripada kehilangan dia. Peluk sendiri saja cemburumu itu..relakan dia pergi berteman sunyi dan damai mencumbunya..”

Reference:

Hammond, C. (2006).Emotional Rollercoaster.London:Harper Perennial.      

Happiness Paradox

July 15th, 2007 by antinmulyo

Tulisan ini terinspirasi oleh sebuah buku dengan judul yang sama, thesis, dan beberapa kejadian yg aku alami blakangan ini..

Bahagia..seringkali menjadi keinginan, harapan yg bisa digenggam saat ini atau menjadi tujuan akhir hidup manusia.

Saat pertama kali aku diskas dengan supervisorku untuk thesis project-ku on "happiness"…bliau membantuku untuk mendefinisikan "happiness" dengan pertanyaan2 beruntun ini..:

"Napa siy km jauh2 blajar sekolah di sini? Jauh dr teman2 dan kluarga, kendala budaya dan bahasa..bla3.."

Aku bilang di Oz aku bs blajar lebih banyak krn ilmunya psi lebih berkembang, didukung dosen yg expert di bidang psi dan fasilitas lain yang melinpah ruah (terutama akses buku,jurnal).

Terus ditanya lagi: "Kalau dah blajar lebih banyak, lalu kenapa?"

"Yaaa..aku lebih expert, bs aku tularkan ke mahasiswaku..bs membantu anak2 yg mengalami developmental delays dg intervensi psikologis"

"Kalau sudah bisa ngajari mahasiswamu dah bisa membantu anak2..emang kenapa?" tanyanya lagi

Rada lama aku mikirnya..terus tiba2 meluncur dari mulutku..: "Ya..aku akan sangat bahagia.."

Banyak pertanyaan2 beruntun lain semacam itu yang bisa kita pertanyakan kepada diri kita sendiri, dan ujung2nya pasti ingin bahagia..coba aja..

Ada yang kerja keras, ngumpulin uang..bisa beli ini itu..having fun..ujung2nya supaya bisa bahagia..

Ada yang pengen banget punya anak..nyoba berbagai "gaya" huehuehue..opo kiy?  Terus ikut program ini itu..spending lot of money..Klu ditelusuri..harapannya dengan punya anak bisa melengkapi "kebahagiaan" keluarga..

Ada pula yang jatuh bangun pengen menemukan pasangan hidup yang cocok..mimpinya..ingin mendapatkan bahagia..

Benarkan pendidikan, uang, anak, intimate relationship ada lah sumber kebahagiaan?

Pernahkah Anda memberikan ucapan :"Selamat!!..semoga bahagia!!" kepada teman yang br menyelesaikan pendidikan? He2..ndak pas..

Pas kah kalau kita mengucapkan "Selamat!Bahagia selalu yaaa.." Kepada sejawat yang baru naik pangkat krn kinerjanya hebat ato habis dapat lotere?..Janggal rasanya…

Kalau ada teman yg baru melahirkan..rasanya ucapan itu juga tidak lazim diucapkan, ucapan semoga kelak anaknya menjadi..bla3..biasanya lebih sering disampaikan.

Bagaimana kalau ada seorang teman yang barusan menikah? "Selamat ya..semoga bahagia selamanya". Sepertinya ini yang paling umum..

Meski aku msh penasaran dg hasil riset terakhir tentang resource of happiness..(makanya aku pengen ngobok2 lagi)..: Diantara pendidikan, kedudukan, uang, anak, sex, relationship (friends maupun partner/spouse), yang paling besar memberikan kebahagiaan adalah relationship!

Nha..benarkah relationship akan membuahkan bahagia yang sesungguhnya bagi manusia sebagai individu?

Seseorang ingin bahagia, dengan membangun sebuah hubungan dengan orang lain. Sebuah hubungan akan menuntut adanya "komitmen" terhadap orang lain, entah itu teman, pacar, suami/istri. "Komitmen" biasanya menyangkut segebok peraturan tidak tertulis..dan seringnya menjurus pada upaya2 seseorang untuk mengubah diri pasangannya sesuai dengan apa yg diinginkannya..hiiii…syeraaammm…

Ketika sebuah "komitmen" hrs ada..maka yang namanya "freedom" manusia sebagai individu akan terampas sebagian atau seluruhnya. Ketika "feedom" Anda terampas, bagaimana Anda akan akan memeluk bahagia sebagai individu yang bebas?

Kalau Anda pernah membaca buku "Man’s Searching for Meaning"nya Viktor Frankl..Anda pasti paham betul kemana arah tulisanku ini..

Di sinilah happiness paradox itu..

Semoga engkau mengerti..

bmain play dough

July 10th, 2007 by antinmulyo

Play dough atau kita suka sebutnya "malam", bhs Indonesia bakunya apa yaaa..aku ndak nemu. Klu jaman dulu mungkin cuman bs mainan pakai "lempung" ato tanah liat gt, tp sekarang dah tergantikan ma playdough ato "malam" ini. Klu di Indo biasanya dapat dibeli di toko buku ato di bagian stationary-nya supermarket.

Kebanyakan anak-anak suka bggt maen playdough. Dengan playdough, perkembangan motorik halus anak bisa terstimulasi. Anak jg bs belajar mengenal tekstur, bs mengembangkan symbolic play ato pretend play, bahkan bs dipakai sebagai sarana untuk menyalurkan emosi/perasaan yg bs menenangkan anak (soothing).

Bagi temen2 yg dah pernah tinggal di luar mungkin dah tau klu kita bisa bikin play dough sendiri, beli mahal. Nah..temen2 di Indo yg kerjaanya bergumul ma anak2..ato yang dah punya anak dan mo nyoba bikin ndiri (klu bikinnya ngelibatin anak2 pasti lbh seru), ini resepnya :

Bahan: 1 cangkir tepung terigu; 1/2 cangkir garam; 1 sdm minyak goreng; 1 sdm cream of tartar (dibeli di supermarket ato toko bahan bwt kue); 1 cangkir air mendidih yng ditambah dengan pewarna secukupnya.

Caranya: campur semua bahan kering, kemudian masukkan minyak goreng dan air panas. Aduk2 sampai merata, klu masih terlalu lengket bs ditambah tepung lagi.

Dah jadi deee..dan dah bs dipakai untuk bmain, tp klu pengen lebih awet ndak mudah kering, playdough itu bs dimicrowave pd panas yg tinggi selama 5 menit.

Setiap habis dipakai masukkan play dough dalam kontainer trs dsimpan di kulkas.

Saat anak bmaen playdough, lengkapi dengan peralatan lain misal: gilasan kue, cetakan kue, mincer, pisau mainan, solet (sendok buat bikin adonan kue)..dll..

Resep ini dan msh byk lg resep mainan sejenis dapat diperoleh di : http://www.population.health.wa.gov.au/Child/resources_child.cfm

Met mencoba n met bermain..Hv FUN! 

d swing

July 10th, 2007 by antinmulyo

Swing di sini bukannya jenis musik jazz..aku lom mampu untuk bikin kajian musik begituan..ndak pahaaamm..

Ini swing yg klu diIndonesiakan ayunan..alias bandulan..Iyaaaa..yg biasanya ada di playground ntu. Yang dewasa aja msh suka diayun, palagi anak2..whuaaahhhh..bs euphoria klu liat ayunan..

nhaaa..i found that swing is a very very very useful tool (saking very-nya :-D) for encouraging autistic kids to make eye contact n establish social interaction..

Tp musti pakai strategi. Biasanya kan kita dorong anak yg dah duduk manis di ayunan dr belakang? Klu untuk tujuan intervensi musti dari depan..
Tarik ayunan sejauh mungkin ke depan terus tahan..jgn dilepas pek kita berhasil membuat anak itu berinteraksi dengan kita, plng tidak dah mau kasih eye contact…(hue3..berasa sperti ngajarin temen langkah2 bikin martabak jablai..:-D)

Aku merasakan ampuhnya strategi ini ketika aku struggling berinteraksi ma ehmmm..sebut saja nick (nama samaran-biar ndak nglanggar etik dong..:-D). Nick umurnya 3 setengah tahun,autis yang poor eye contact,mutism (sama sekali gak mau ngomong selain "NO"), mengekspresikan, sedih, kecewa ato frustrasi dengan nangis sambil gulung2 ngepel lantai..ato meringkuk di pojokan sambil peluk kedua lututnya..terus ngenyot jempollll..ngegemesin bggt deeee..:-*

Suatu kali aku ngajak nick main ayunan.Dg cara itu tadi.Aku tarik kedepan,aku tahan,sampai nick menatap mataku..hi3..baru ayunan aku lepas sambil kasih reward.Kira2 tiga kali ayun, ayunan itu tak hentikan, tak tarik lg trus tak tahan. Emang dia trs nunjukin ekspresi kaget..ndak suka.Tp trs tak ajak omong2an, gt.."more?". Komunikasi dengan anak autis memang hrs menggunakan bahasa yg sederhana..ndak perlu mikir SPOK..ha3..cucok deh ma daku..englishku kan simpang siur…=)). Saat itu nick ndak bisa bilang "more" cuman ngangguk. Abis tak dorong sekali, trus aku coba cara lain spy dia mau ngomong. Dg ngasih aba2.."ready..s..a..i..d..GO!!" Setelah dia paham aba2 ini, aku dorong dia untuk bilang "go" nya. Klu ndak bilang "go" ayunan itu ndak tak lepas..tentu ndak galak2 gt kasih instruksinya..musti lembut..kasih senyum plus pakai main mata..hi3..dududu..nick itu cakepnya minta ampyuuunnnn..syngnya msh kuecccccccciiiilll..=))

lanjuuutttttttttttt…

Hasilnya..tatap mata Nick ndak pernah lepas dari penglihatanku..slalu teriakkan "Go!" saat kukasih aba2..terus2an bilang "More" tiap kali kuhentikan ayunan..dan tertawa lepas saat aku lepaskan ayunan..We had hepas of FUN!!!

Jd kuncinya klu ayunan dah dilepas jgn biarkan pek brenti ato terus menerus didorong. Dorongnya sekali dulu terus kasih dua ato tiga kali ayun saja terus hentikan..tarik ke depan lagi..tahan..lepas..(klu dah bs berkontraksi..ehhh..berinteraksi)..hi3..yg ini kyk ngabani org mo lairan..:-D

Whuaaahhhhh..ngebayanginnya serius amat yahhh..pek memble tuhhh..udeeeehhhhh..

Met berayun2..hv fun!!